Bagaimana mengetahui ini Trend Musiman atau Bisa Bertahan ?

Bagaimana kita tahu suatu tren bersifat musiman atau bisa bertahan lama? Kemampuan membedakan hal ini adalah sebuah skill yang sangat penting dimiliki pebisnis maupun individu.

Mengapa? Karena dengan kita dapat membedakan mana yang “musiman” dengan yang “relatif abadi,” maka kita dapat mengambil keputusan-keputusan dengan tepat, baik yang bersifat mengambil keuntungan (profit bisnis) maupun yang berhubungan dengan masa depan pribadi.

Beberapa tip dalam menganalisa tren.

Satu, seberapa “make sense” tren tersebut. Jika sesuatu tampak “sreg” saat ini namun tidak punya makna yang dapat memberi nilai tambah secara jangka panjang, bisa saja ini merupakan sesuatu yang hanya terjadi sesaat, alias tren sesaat.

Misalnya, suatu jenis makanan baru yang menarik dan jarang ditemukan, namun bukan sesuatu yang sangat dibutuhkan dan tidak punya sesuatu yang “super unik” tidak tergantikan, maka bisa saja itu merupakan tren. Ini juga berlaku untuk berbagai produk lainnya.

Dua, impak jangka panjang dan kedalamannya. Ini berarti Anda perlu memahami secara komprehensif sustainability tren tersebut yang berhubungan erat dengan berbagai sumber daya yang digunakan.

Dengan kata lain, jika hal tersebut menggunakan sumber daya yang sulit didapat (scarcity) maupun melibatkan berbagai pihak dengan elemen dan variabel yang membutuhkan usaha besar, seperti impor maupun langka sekali, maka kemungkinan besar tren tersebut tidak merupakan sesuatu yang bisa bertahan lama.

Tiga, skalabilitas dan kapasitas bertumbuh kembang. Apakah tren tersebut mudah bertumbuh kembang? Bisa skalabel hanya dengan duplikasi otomatis? Atau mungkin duplikasinya membutuhkan usaha yang besar?

Jika suatu tren membutuhkan usaha besar, seperti kehadiran secara fisik (tidak hanya online) sekelompok individu, ini akan sulit diwujudkan. Namun apabila hanya membutuhkan network online yang mudah digandakan, tren ini jelas bisa bertahan sepanjang variabel-variabel lain juga mendukung.

Empat, relevansi secara global maupun kelompok. Bagaimana relevansi suatu produk atau tren bagi audiens target? Apabila sangat amat relevan dan dibutuhkan alias “the right thing at the right time,” maka bisa diprediksikan tren akan bertahan lama.

Sampai kapan bertahannya? Minimal selama masih relevan. Nah, masalahnya, “relevansi” adalah sesuatu yang abstrak. Ia bisa berarti masih dibutuhkan maupun masih punya kaitan yang masuk akal walaupun sudah tidak begitu dibutuhkan lagi.

Lima, tren-tren serupa juga muncul di berbagai industri lainnya. Misalnya, K-Culture yang pada awalnya dibawa oleh drakor dan para grup band K-Pop, kini sudah merambah ke dunia kosmetika, pariwisata, kuliner, dan sebagainya.

Jadi, tren K-Craze masih akan bertahan cukup lama, sepanjang belum ada kompetitor yang berhasil memasuki posisi mereka.

Enam, kompetitor-kompetitor mengikuti jejak Anda. Perhatikan bagaimana dunia fashion dan kosmetika, ternyata para desainer dan pengusaha kosmetika kini banyak berkiblat ke K-Culture. Mereka telah berubah menjadi “imitator” yang diam-diam mengagumi K-Culture.

Akhir kata, tren musiman memang akan silih berganti dan tren jangka panjang akan terus mewarnai dunia. Intinya, bagaimana kita menerima suatu tren dan bagaimana mereka mampu mempengaruhi kehidupan di era kontemporer ini, maka begitulah kualitas peradaban kita nanti.

Manusia akan terus bergerak, terutama di dalam dunia bisnis, karena peradaban manusia dibangun atas ide scarcity, sehingga apapun harus dibiayai dengan uang (atau sejenisnya). Dan ini akan terus mendorong munculnya tren-tren.

Tugas kita sebagai caretaker peradaban dan alam, kita perlu selalu aware bawa tren apapun sebaiknya membawa dunia kepada sumber daya alam berkesinambungan dan kedamaian.

Even though things are scare, we don’t need to fight and be greedy. It’s time to grow not in a straight line upward, but to grow in circle.