INVASI ROBOT MANIKURIS

Bagi masyarakat urban menengah ke atas yang sangat memperhatikan hygiene tubuh dan kuku, pasti kenal yang disebut sebagai manikur (manicure) dan pedikur (pedicure). Pemeliharaan kuku tangan dan kaki ini memang tampak sangat fancy bagi mereka yang belum kenal gaya hidup metrosexual.

Namun, sebenarnya manikur dan pedikur ini telah lama menjadi kebutuhan fashion banyak perempuan (dan beberapa laki-laki) bergaya hidup kosmopolitan di mancanegara. Termasuk di AS.

Saat artikel ini ditulis, manikuris terkini yang bakal menjadi hits besar di tahun-tahun mendatang adalah robot manikuris. Tapi jauhkan pikiran Anda dari imaji robot-robot bergaya ala manusia dengan wajah dan tubuh gemulai sambil memegang jari jemari Anda untuk mengecatnya dengan kuteks warna-warni.

Robot manikuris yang dimaksud adalah Nimble, Clockwork, dan Coral. Masing-masing menggunakan pendekatan berbeda dalam memanikur kuku. Dan ketiga masih dalam fase inkubasi teknologi setelah mendapatkan pembiayaan cukup besar dari private equity.

Pasar nail care sendiri mencapai USD 10 miliar dan akan meningkat menjadi USD 11,6 miliar pada tahun 2027. Uniknya, ternyata hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas konsumen tidak suka dilayani para manikuris manusia di salon kuku.

Apalagi di era pandemi ini, betapa tinggi resiko ketularan Covid di salon-salon. Jadilah robot-robot manikuris merupakan kebutuhan non primer yang sangat menjanjikan untuk memudahkan kehidupan manusia modern.

Robot manikuris sendiri bisa berupa alat portabel yang digunakan di rumah maupun yang berbentuk booth atau vending machine di mal-mal.

Nimble dan Coral, misalnya, adalah robot portabel manikuris ukuran mini yang bisa diletakkan di atas meja. Ini ideal untuk digunakan di rumah-rumah atau salon-salong secara pribadi.

Clockwork berbentuk seperti booth atau gubuk ala vending machine yang diletakkan di tempat-tempat publik seperti airport, mal, dan lokasi-lokasi dengan walking traffic yang tinggi lainnya. Jadi ini lebih bersifat sebagai “mesin pencetak uang” berskala industrial dengan biaya per penggunaan.

Pada tahun 2019, Clorkwork di bawah co-founders Renuka Apte dan Aaron Feldstein telah berhasil mendapatkan dana investasi sebesar USD 3,2 juta di first round founding. Sedangkan Coral berhasil memperoleh USD 4,3 juta.

Booth Clockwork sendiri telah mulai diujicobakan di Marina District San Francisco dan lokasi-lokasi pop-up akan segera dibuka dalam beberapa bulan di muka. Intinya, para customer dapat mencoba alat baru tersebut seharga USD 8. Sangat murah mengingat harga manikur di salon-salon sangat jauh melampaui itu.

Bagaimana cara kerja robot manikuris yang semakin mendekatkan peradaban manusia ke era pasca industri ini?

Satu, tangan-tangan robotik.
Ini digunakan untuk mengecat kuku yang dijalankan dengan perangkat lunak cerdas yang mampu membedakan bentuk lengkung kuku dengan kulit di sekitarnya. Ketepatan pengecatan meminimalisir kesalahan yang sering terjadi dengan tangan-tangan manusia.

Dua, software dengan AI (artificial intelligence) machine learning.
Ini memungkinkan permutasi tak terbatas (infinite) dalam pengecatan kuku secara artistik. Batas-batas antara kuku dengan latar belakang grafis teridentifikasi dengan mudah oleh robot ini, sehingga pelbagai eror dapat diminimalisir.

Tiga, scanning dengan kamera internal.
Kamera di dalam instrumen robotik tersebut digunakan untuk mengambil foto setiap kuku yang belum dan telah dipoles. Gunanya untuk membangun database berdasarkan individu dan berbagai kategorisasi lainnya.

Kecerdasan buatan dan software diharapkan dapat menggantikan bagian-bagian robot yang bergerak. Karena bagian-bagian tersebut banayk bergerak, maka sangat rentan terhadap kerusakan.

Pertanyaannya sekarang, apakah dengan tren robot-robot manikuris tersebut, maka manikuris-manikuris manusia akan tergantikan sehingga semakin banyak pengangguran para pekerja salon? Jawabnya adalah: Kemungkinan besar tidak.

Karena robot-robot tersebut hanya digunakan untuk mengecat dan mengeringkan kuku belaka, belum untuk membentuk kuku. Malahan robot manikuris dapat ditawarkan sebagai salah satu servis dalam menu jasa-jasa salon. Jasa pedikur (kaki) belum ditawarkan, namun bisa saja ini merupakan opsi di muka.

Di era AI, machine learning, dan robotik, berbagai ide dapat segera diaplikasikan sepanjang pasar yang dibidik menunjang perkembangan. Intinya, aktivitas-aktivitas padat karya yang repetitif merupakan ide awal yang dapat diwujudkan. Kerja sama yang baik antara pemikir strategis dan pelaksana teknis merupakan kunci keberhasilan produk-produk startup yang unik dan jenial.