Mengoptimalkan kehidupan pribadi, karir, dan karya-karya kemanusiaan menjelang tahun 2022

Kini kita tidak lagi sedang menuju Industrial Revolution 4.0 karena kita sesungguhnya sedang menikmati inti awal dari revolusi berbasis renewable energy, one-planet communication, equality in information access, vanishing geographical boundaries, minimalism lifestyle, and anti-aging centenarian movement. Menjelang tahun 2022, keenam basis ini perlu kita kenali dan manfaatkan untuk pengembangan diri. Minimal bagi diri Anda sendiri.

Saya pribadi mengkombinasikan perspektif makro, meso, dan mikro dalam hal-hal yang berhubungan dengan pengambilan keputusan penting, seperti di negara mana saya akan tinggal, berkarya di bidang apa, dan di lingkungan profesional seperti apa yang sesuai dengan tipe kepribadian kita. Yang terakhir ini bisa diuji dengan Myers-Briggs Personality Inventory test.

Enam variabel tersebut punya impak besar bagi diri kita secara keseluruhan, padahal sering kali tidak kita sadari.

Satu, renewable energy.

Ini memungkinkan kita menggunakan berbagai smart technologies untuk mempercepat, memperakurat, dan meringankan kerja sehingga kita dapat fokus pada pengembangan diri secara optimal. Tentu saja ini berarti kita punya semakin banyak waktu sebagai manusia humanis, karena robot-robot tersebutlah yang akan menjalankan hal-hal mundane repetitif dan membosankan yang sesungguhnya membuat kita semakin robotik.

Dua, one-planet unified communication.

Dengan Internet, berbagai aplikasi memungkinkan kita menembus batas jarak dan waktu, walaupun tampaknya perjalanan waktu masih membutuhkan 50 sampai 100 tahun lagi. Minimal kini kita tidak lagi perlu memusingkan biaya tinggi telekomunikasi via jaringan telpon antar wilayah dan negara. Hal ini jelas membuka semakin banyak oportunitas tanpa perlu dihalangi jarak dan waktu.

Tiga, equality in information access.

Internet juga merupakan agen yang mengekualkan akses informasi. Tentu saja ini membutuhkan kemampuan aktivitas riset yang lumayan dan akses database-database yang bisa dipelajari via Web. Namun ini berarti di mana pun kita berada, termasuk di tempat-tempat terpencil, bisa membangun diri secara optimal tanpa kecuali.

Empat, vanishing geographical boundaries.

Batas-batas geografis yang semakin menipis baik karena Internet yang diakses secara online maupun dengan globalisasi sebagai mindset merupakan kesempatan emas untuk membangun diri dan berkarya tanpa perlu merasa terbatasi. Dalam satu atau dua dekade lagi, penulis akan menyaksikan generasi yang luar biasa kompeten dan mempunyai daya saing sangat tinggi secara online maupun offline.

Lima, minimalism lifestyle.

Gaya hidup minimalistik dengan hanya memiliki materi minimal seperti laptop, smartphone, tablet computer, dan beberapa credit dan debit cards telah populer di antara para digital nomads di manca negara. Menghasilkan nafkah juga dapat dilakukan secara online maupun komunikasi satu planet yang super efisien.

Ingatlah, bahwa “kekayaan” kita di era ini adalah yang bersifat intelektual dalam bentuk teks, video, audio, dan kertas digital. Memiliki properti sebagai penghasil cash flow mungkin masih relevan dan masih merupakan kebutuhan primer.

Enam, anti-aging centenarian movement.

Apa artinya semua kekayaan intelektual tersebut jika kita mati muda? Para miliarder global seperti Jeff Bezos, Larry Page, Sergey Brin, Richard Branson, dan lainnya kini tengah giat membiayai para pakar biologi anti-aging alias anti penuaan seperti Dr. David Sinclair di Harvard.

Dan menurut data Statista dan WE World Economic Forum, AS memiliki centenarian (berusia 100 tahun ke atas) terbanyak di dunia yaitu 97.000. Jauh melebihi Jepang yang hanya memiliki 79.000 centenarian. Referensi: https://www.weforum.org/agenda/2021/02/living-to-one-hundred-life-expectancy

Dengan riset anti-aging kelas dunia setingkat Dr. David Sinclair ini, hidup 150 tahun bukanlah sekedar impian, namun merupakan hasil dari disiplin diri dalam melakukan terapi dengan berolah raga 150 menit setiap minggu. Selain itu, juga minum beberapa suplemen yang memperpanjang telomere dan meremajakan kembali DNA yang sudah kusut dan rusak.

“Go natural” seperti di Okinawa memang baik, namun ada alternatif lain yang tidak banyak mengubah siapa kita dan gaya hidup kita. Penulis sendiri memilih untuk fokus dalam enam variabel ini agar dapat mengoptimalkan kehidupan pribadi, karir, dan karya-karya kemanusiaan.

Selamat berakhir tahun dan bertahun baru 2022. Tetap positif dan optimis dalam berkarya dan kehidupan!