Kinerja Envoy melalui Remote dan Hybrid

Kantor-kantor perusahaan berbasis teknologi ternama seperti Buzzfeed, Zoom, Dropbox, Mailchimp, Pandora, Aruba, Asana, Yelp, dan Box menggunakan Envoy sebagai office manager virtual mereka. Envoy adalah startup aplikasi yang memodernisasi front desk alias resepsionis/manajer kantor yang bersentuhan langsung dengan aktivitas-aktivitas tamu kantor secara face-to-face.

Di era kerja hybrid ini, aplikasi B2B Envoy menawarkan fitur-fitur baru yang berhubungan erat dengan prokes ketat, seperti touchless registration, desk booking dengan kapasitas terbatas, mail and office delivery, dan kontak cepat atas info positif Covid. Selain itu, aplikasi ini juga mempermudah videoconference dan online meeting.

Envoy sendiri telah berhasil mendapatkan funding Series B sebesar USD 59,2 juta dari Andreessen Horowitz dan Menlo Ventures. Omzet mereka mencapai USD 7,5 juta per tahun. Kini mereka memiliki 47 pegawai dan berkantor pusat di San Francisco.

Pengeluaran global untuk teknologi mencapai USD 4,1 miliar tahun ini dan tumbuh sekitar 6,2 persen setiap tahun. Dan office management software merupakan salah satu yang pasarnya jelas mengingat hampir semua kantor membutuhkannya.

Sekitar 1,3 juta kantor telah menggunakan Envoy selama pandemi dan pasca pandemi di AS. Operasi internasional mereka telah merambah Inggris dan India. Operasi di AS bertambah dengan kantor cabang di Denver (Colorado) dan Kansas City (Missouri).

Berikut ini adalah tantangan dan kesempatan bagi aplikasi Envoy dan yang serupa di era remote dan hybrid workplace.

Satu, remote dan hybrid workplace memasuki arus tengah.
Survei oleh aplikasi Kona menunjukkan sepertiga startup di AS menggunakan model kerja 100 persen remote dan 50 persen hybrid dengan syarat pandemi telah selesai. Jadi, kerja dari kantor tetap merupakan pilihan dari separuh perusahaan yang ada.

Untuk Indonesia, belum ada data serupa namun bisa diprediksi hampir mirip atau tetap mengutamakan kerja dari kantor ketika pandemi selesai. Namun startup berbasis teknologi semakin memasuki arus tengah co-working.

Dua, kondisi remote work memperkecil jumlah pegawai di kantor.
Dari 100an pegawai di kantor, misalnya, kini hanya belasan. Mayoritas lebih suka bekerja dari rumah, sepanjang memungkinkan.

Ini berarti kesempatan bagi startup untuk memiliki kantor on-site juga semakin besar. Envoy sendiri dapat digunakan oleh pengelola perusahaan dengan pegawai beberapa orang hingga jumlah besar.

Tiga, manajemen deliveri.
Deliveri paket-paket ke kantor dapat dikelola dengan semakin baik. Semakin contactless di masa pandemi, semakin dibutuhkan pengelolaan paket-paket yang tidak ribet, efisien, dan hanya membutuhkan satu kali handling.

Empat, kultur perusahaan baru bernuansi hybrid dan remote merupakan kebutuhan.
Kultur ini merupakan kultur baru yang banyak dipengaruhi oleh penggunaan Zoom dan Slack yang semakin intens. Namun bagaimana perusahaan dan berbagai fungsinya dapat berjalan dengan baik kini sangat membutuhkan lem perekat soft skills dari para manajer dan team leader.

Envoy memberi kesempatan bagi remote teams untuk berjumpa secara virtual dengan pengelolaan kantor yang jelas, misalnya booking ruangan dan meja dengan kapasitas 25 persen hingga maksimal 50 persen. Jadi, kultur remote dan hybrid dapat dibangun dengan lebih baik.

Team building dan team bonding baik secara virtual maupun face-to-face dengan prokes ketat dapat dibangun dengan okupansi rendah. Otomatisasi tracking memungkinkan penghindaran penyakit seperti Covid-19.

Jika bisnis Anda masih mempunyai kantor fisik dan sering kali didatangi oleh cukup banyak orang, aplikasi Envoy dan yang serupa dapat sangat membantu tracking dan pengelolaan pegawai dan pengunjung dalam penggunaan berbagai fasilitas kantor. Envoy memang belum populer di Indonesia, namun menggunakan aplikasi manajemen kantor/resepsionis sudah merupakan kebutuhan zaman. Salam sehat.