Kolaborasi dengan K-Pop dan K-Culture untuk mendongkrak pemasaran zaman now

Beberapa tahun terakhir ini, drakor (drama Korea) dan para penyanyi K-Pop baik yang girl band, boy band maupun solois mempunyai pengaruh signifikan bagi kultur dunia. BTS, misalnya, telah memenangkan nominasi piala Grammy 2021 untuk lagu “Dynamite. Grup band para gadis Blackpink memenangkan MTV Video Music Award 2020.

Di Indonesia, baik BTS maupun Blackpink merupakan brand ambassador platform e-commerce Tokopedia. Bandingkan dengan pada tempo doeloe, adakah toko serba ada (bukan e-commerce pastinya, karena Internet belum lahir) yang menggunakan jasa brand ambasador dari Korea? Silakan dijawab sendiri.

Dalam dunia fashion dan beauty, artis-artis Korea juga sangat kuat influensinya. Cukup banyak merek kosmetika yang tidak hanya melibatkan mereka sebagai brand ambassador, namun juga sebagai pendiri perusahaan dan creative director.

Satu kasus unik. Mantan anggota girl band legendaris Girls’ Generation (GG) Jessica Jung memulai merek luxury fashion Blanc & Eclare (B&E) di tahun 2014. Kini, B&E mencakup juga lini eyewear, ready-to-wear, kosmetika, dan asesoris.

Jung juga dikenal sebagai aktris serba bisa dan penyanyi solo. Yang terakhir dimulainya pada tahun 2016 setelah keluar dari grup GG.

Pada tahun 2017, Forbes memasukkan nama Jung ke dalam daftar “30 Under 30 Asia” yaitu mereka yang berusia di bawah 30 dan super berpengaruh di Asia. Bukan ini saja, perempuan kelahiran San Francisco (AS) yang sebenarnya adalah Asian-American ini telah merambah dunia pustaka dengan novel debutnya Shine yang diterbitkan September 2020. Di Indonesia, terjemahannya telah diterbitkan oleh Gramedia.

Yang ingin penulis sampaikan di sini adalah kekuatan branding K-Pop dan posisi para artis Korea sebagai duta bagi kultur Korea sebenarnya telah membuka pintu dan membangun jembatan bagi siapapun, termasuk para solo entrepreneur. Bahkan, dengan kekuatan branding K-Culture alias “kultur Korea,” para artis dan influencer berembel-embel Korea pun berpengaruh kuat di Indonesia.

Lee Jeong Hoon yang dulu pernah menggemparkan dunia musik Indonesia dengan boy band HITZ, kini adalah penyanyi, aktor dan presenter laris tanah air yang super fasih berbahasa Indonesia. Selain itu, influencer tenar Hansol Jang yang dikenal sebagai “Orang Korea yang Medok” dan beauty vlogger Sunny Dahye sama-sama dibesarkan di Indonesia sebelum mereka kembali ke Korsel untuk membangun kanal YouTube berfollower jutaan berbahasa Indonesia.

Jang adalah brand ambassador kosmetika Nacific dan Tokopedia, sedangkan Dahye adalah founder dan creative director House of Hur dan salah satu vendor sukses Lazada bernama Sunny’s Market. Bisa diterka berapa penghasilan mereka. Yang jelas pasti cukup signifikan.

Kembali ke Jessica Jung. Label B&E yang berhasil merambah pasar luxury fashion ini telah dijual di 60 lokasi di kota-kota metropolitan dunia seperti New York, Seoul, Singapura, Kuala Lumpur, Hong Kong, Beijing, Taipei, Bangkok, Shanghai, Vancouver, dan Tokyo. Tidak tanggung-tanggung, flagship store di NYC berlokasi di SoHo.

Uniknya, B&E pertama kali diluncurkan di Robinsons, The Garden Mall, Kuala Lumpur di Januari 2015. Jadi, pengaruh kultural Jung sebagai Asian-American asal Korea tidak hanya terasa di Negeri Arirang dan Negeri Paman Biden belaka, namun juga di Negeri Jiran yang mayoritas beragama Islam. Hebat bukan?

Pada tahun 2014, B&E berkolaborasi dengan organisasi nirlaba Help for Children yang berfokus pada tindak kekerasan terhadap anak-anak (child abuse). Kolaborasi ini dilakukan dengan kompetisi desain eyewear. Desain pemenang dijual yang hasil penjualannya diserahkan seluruhnya untuk membiayai program-program LSM tersebut.

Di tahun 2018, B&E berkolaborasi dengan The Landmark Mandarin Oriental Hong Kong untuk mendesain lounge-wear khusus limited edition untuk para tamu. Limited edition berikutnya bertema “Love is Good” bersama model kondang Korsel Irene Kim.

Dalam salah satu acara New York Fashion Week, B&E berkolaborasi dengan sepatu sniker Keds. Edisi terbatas mereka adalah sniker Keds Triple Kick yang dibubuhi logo B&E dan tanda tangan artis Jung.

Selanjutnya, kolaborasi B&E dengan platform Zalora melahirkan tas tangan limited edition bernama “Poppy” dan “Rosie.” Dengan Casetify, B&E merilis iPhone case eksklusif B&E.

Dua kolaborasi terbaru mereka adalah edisi terbatas tas tangan kanvas lengkap dengan gantungan kunci dan topi sportif. Kali ini dengan majalah Vogue Korea. Dengan Revlon, mereka merilis lipstik terbatas dalam enam warna pilihan.

Ketenaran dan penerimaan K-Pop dan K-Culture di seluruh pelosok dunia sangat mendongkrak segala sesuatu yang berbau Korea, sehingga kolaborasi dengan mereka merupakan salah satu bentuk pemasaran terjitu zaman now. K-Marketing is underway. Ya..