Pangeran Harry Influencer Silicon Valley

Di Silicon Valley, sesekali, kita bisa berpapasan dengan mobil hybrid yang dikendarai Mark Zuckerberg di lampu merah Palo Alto. Jika beruntung, pengemudi mobil di lampu merah di samping Anda bisa saja si rambut ginger Pangeran Harry.

The Duke of Sussex suami dari Meghan Markle ini ternyata telah menerima posisi sebagai tech executive di startup unicorn BetterUp yang berkantor di downtown San Francisco. BetterUp Inc. divaluasi senilai USd 1,73 miliar setelah mendapatkan suntikan dana segar sebesar USD 125 juta di Series D financing roung. Jadi, ini bukan startup abal-abal yang tidak jelas masa depannya.

Tepatnya, jabatan Pangeran Harry adalah Chief Impact Officer (CIO). Beda dengan CIO yang satunya lagi yaitu Chief Information Officer. Sebagai CIO, tugasnya adalah mengakselerasi ekspansi ke komunitas-komunitas global dengan menjangkau dan menginfluens berbagi organisasi dan perusahaan yang sinergistis.

Selain itu, bersama istrinya, mereka telah menandatangani kontrak partnership distribusi podcast Archewell Audio via Spotify dan konten Archewell Production video dengan Netflix. Diduga, mereka mendapat bayaran USD 25 juta oleh Spotify dan USD 100 juta oleh Netflix.

Spotify sendiri punya 144 juta pelanggan berbayar Premium dan 320 juta pengguna aktif setiap bulan. Netflix sendiri punya 203,67 juta pengguna di seluruh dunia dengan pengguna AS mencakup 73 persen.

BetterUp adalah platform untuk professional coaching dengan tujuan membangkitkan personal growth dengan coaching yang dirancang khusus. Pangeran Harry ini dikenal sebagai seorang tokoh penerus berbagai aktivisme mendiang ibundanya Putri Diana Spencer, mantan Pricess of Wales.

Sejak usia dini, Harry telah diperkenalkan dengan advokasi kesehatan mental (mental health) oleh almarhumah ibunya. Sebagai salah satu komandan dalam angkatan Royal Marine Inggris Raya, Harry tahu betul bahwa kesehatan dan resiliensi fisik harus sejalan dengan kesehatan dan resiliensi mental. Keduanya adalah dua sisi dari mata uang yang sama.

Diharapkan, keberadaan Pangeran Harry sebagai a true citizen of the world, berbagai isu kesehatan mental (mental health) dan isu-isu sosial lainnya dapat lebih banyak diangkat dan lebih dalam didiseminasikan kepada publik. Bagi semua perusahaan yang bekerja sama dengan pasangan Windsor ini, ekspektasinya adalah menjangkau miliaran orang.

Walaupun sebagai PR influencer hanyalah “bonus,” menurut CEO BetterUp Alexi Robinchaux. Pangeran Harry memang punya peran besar di organisasi non-profit Heads Together dan Invictus Games. Dan hebatnya, ia akan dikenal sebagai COO Harry Windsor saja, bukan sebagai Pangeran Harry atau Duke of Sussex.

Kepindahan Harry dan Meghan ke lokasi residensi Montecito, California yang merupakan bagian dari kota Metro Los Angeles adalah langkah berani mengingat gaya hidup yang super kompetitif. Yang menarik, kesempatan-kesempatan di AS terutama di California Selatan dan Silicon Valley terbuka lebar bagi siapapun yang inovatif dan mempunyai kemampuan mendistilasi informasi, data, berbagai skill, dan inteligensi.

Dengan pengalaman hidup yang kaya dan tidak umum, Pangeran Harry dan Meghan tentu mampunyai upper hand alias “nilai lebih” yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dan ini merupakan “bahan baku” kekayaan intelektual yang tidak ternilai.

Konklusinya, siapapun Anda, sepanjang mempunyai sesuatu yang unik, pasti Anda dapat me-monetize-nya secara optimal. Nah, mungkinkah Anda tidak punya sesuatu yang “unik”? Tidak mungkin.

Mengapa? Karena setiap individu adalah istimewa. Dan jika Anda mempunyai demikian besar positivitas di dalam hati dan pikiran, Anda tinggal me-monetize-kannya saja.

PR Anda sekarang tinggal mencari ceruk alias niche yang mewakili diri Anda dan kendaraan yang dapat digunakan. Kalau mereka menggunakan startup ecommerce, podcast, dan streaming video sebagai kendaraannya, bagaimana dengan Anda?

Menjadi influencer itu gampang kok. Yang sulit adalah mengkristalisasikan konsep-konsepnya sehingga punya value added yang tidak tersubstitusi