Peluang dalam Smart Connected Products

Saat ini kita telah hidup di era fiksi sains. Ini bukan pernyataan bombastis. Ini berdasarkan fakta.

Hampir semua yang dibayangkan di masa lalu, seperti mobil berjalan otomatis tanpa pengemudi, mobil yang mampu parkir sendiri dan dikemudikan secara remote, mobil terbang, berwisata ke luar angkasa, menjangkau planet lain, mengendarai kereta api kapsul yang melintasi ribuan mil hanya dalam hitungan menit atau jam, dan meremajakan kembali sel-sel manusia untuk kembali muda satu dekade hanya dalam satu tahun saja, kini telah menjadi kenyataan.

Tentu saja, belum semuanya dipasarkan untuk umum. Beberapa yang disebutkan di atas masih berstatus prototip atau dalam riset tahap akhir.

Yang dinikmati oleh kita semua sekarang, seperti kamera drone, drone robot pengantar paket, berbagai robot pembersih rumah tangga, termometer otomatis pengatur suhu ruangan panas/dingin/ventilasi, kunci pintu otomatis, dan alat-alat elektronik yang saling terkoneksi (smart connected products atau SCP) sudah bisa kita beli. Jelas sudah tidak asing lagi bagi kita para urban.

Selain itu, wearable technologies, seperti berbagai smartwatch, fitness watch, personal air purifier, dan berbagai aplikasi yang sangat membuat hidup efisien telah menjadi kebutuhan sekunder yang sulit ditinggalkan. Smart refrigerator alias kulkas pintar dan alat sedot debu robot dengan AI dan UV ray juga sudah sangat umum digunakan para ibu rumah tangga.

Dapat dipahami mengapa connected products, seperti the Internet of Things (IoT), wearable smart products, dan household electronics memungkinkan Big Data berkembang super pesat. Bahkan peradaban manusia telah bergelimangan data sedemikian rupa sehingga sulit untuk diuraikan.

Signifikansi data-data tersebut tentu membutuhkan kecerdasan para data scientists dan data analysts yang mumpuni. Selain itu, berkompetisi di era smart connected products membutuhkan pemikiran ulang akan berbagai desain, termasuk desain sistem.

Mengapa? Karena interkoneksi tersebut menciptakan nilai-nilai baru yang berhubungan erat dengan “banjir data.”

Para inovator yang sadar akan ini dan memanfaatkannya dengan optimal bisa dipastikan menjadi pemenang. Mari kita pahami sekelumit hubungan antara SCP dengan data agar dapat membaca kesempatan produk atau servis inovasi baru.

Pertama, ada tiga pemain dalam kolam SCP yaitu konsumen, bisnis (pencipta produk), dan partner. Dalam framework ini, konsumen adalah pengguna produk yang juga merupakan sumber data.

Bisnis adalah pihak yang menciptakan produk dengan fokus desain produk, desain data mining, dan desain UX yang harmoni. Partner adalah penyedia elemen maupun jasa termasuk kecerdasan buatan dan software.

Dua, kolam data yang berisi data kasar (raw data) tergantung pada software kontrol dan optimasi. Di sini letak pentingnya partner yang menguasai sistem, data mining, data cleansing, dan data analytics.

Tiga, analitiks yang diukur terbagi atas deskriptif, diagnostik, prediktif, dan preskriptif. Data tidak cukup hanya disajikan secara mentah tanpa konteks yang memungkinkan komparasi dan pemahaman semestinya.

Data deskriptif temasuk yang menangkap kondisi produk dan operasional. Data diagnostik termasuk alasan penggunaan, performance, dan kegagalan penggunaan. Data prediktif termasuk pola-pola terdeteksi yang mensinyalkan kebutuhan dan pemakaian. Data preskriptif termasuk mengidentifikasi hasil, koreksi, dan solusi.

Empat, insight alias “penafsiran mendalam” akan data, pola, dan analisis merupakan inti dari pentingnya akumulasi dan agregasi data. Data historis memang bukanlah merupakan jaminan akan sukses di masa depan, namun pola-pola di masa lalu merupakan referensi terukur yang dapat dipercaya.

Kerja sama harmonis antara product designer dengan system engineer dan tim bisnis dan tim UX semestinya semakin membuka lebar kesempatan-kesempatan dalam dunia SCP. Anda dapat berperan sebagai pencipta produk maupun partner yang menghubungkan konsumen dengan produk melalui berbagai operasi yang menghasilkan data.

Akhir kata, era connected technology memungkinkan peradaban manusia semakin data-driven dan berkualitas hidup tinggi. Tentu saja idealnya kita selalu ingat untuk menjaga agar kapitalisme juga semakin menjaga harmoni alam dan berbagai sumber daya