Setiap Individu adalah Penjual

Mungkin Anda termasuk mereka yang punya mindset bahwa “saya tidak pandai menjual,” padahal faktanya sejak lahir kita telah “menjual.” Menjual di sini tidak selalu merupakan transaksi jual-beli. Bisa saja mengutarakan suatu ide atau informasi agar diikuti atau disetujui oleh orang lain.

Ketika kita “menyarankan,” “meminta,” atau “mengharapkan” seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang kita utarakan, maka sesungguhnya kita sedang “menjual.” Ketika orang lain melakukan hal-hal yang kita harapkan atau inginkan, itulah tanda kesuksesan penjualan kita.

Jadi, tidak ada kata “tidak bisa” atau “tidak suka” menjual dalam kamus Anda. Yang penting adalah menguasai konsep, mindset, dan prosesnya agar proses “menjual” dapat tercapai dengan seoptimal mungkin.

Di tempat kerja, setiap pegawai dan anggota tim manajemen merupakan “penjual” dengan keunikan mereka sendiri-sendiri. Lantas, manajemen perlu mempunyai program yang menghargai setiap usaha mereka, apapun bentuk “penjualannya.”

Pada dasarnya, proses “menjual” sendiri mempunyai enam langkah.

Satu, proses menjual mungkin terasa instingtif, namun sesungguhnya Anda perlu punya perencanaan. Jawablah dengan jujur apa yang Anda targetkan, siapa yang dapat membantu pencapaian target itu, bagaimana dapat dicapai, kekurangan-kekurangan Anda yang berkenaan dengan proyek tersebut, dan seberapa konfiden Anda dalam memberi request.

Strategi menjual merupakan fondasi awal setiap aktivitas individu. Bahkan ketika Anda masih kanak-kanak sekalipun, misalnya hendak pergi bermain ke rumah teman, Anda perlu “menjual” tujuan dan manfaatnya sehingga diberi izin oleh orang tua.

Dua, mencari kesempatan-kesempatan penjualan dalam setiap celah yang tersedia. Bayangkan, dengan kemampuan ini, Anda akan semakin mudah mendapatkan hal-hal baru yang mendukung pencapaian.

Ada banyak jasa-jasa online yang masih belum popular digunakan, padahal meggunakan mereka akan sangat membantu dalam eksekusi berbagai kesempatan. Perhatikan bagaimana Anda dapat mengoptimasikan aktivitas dengan menggunakan situs-situs tersebut.

Tiga, hampir setiap aktivitas manusia merupakan transaksi “jual beli.” Ini tentu dalam arti figuratif, namun jika Anda renungkan, ini benar adanya karena hidup sendiri merupakan transaksi.

Kita tidak dapat hidup sendirian, selalu ada peran serta orang banyak. Dari apa yang kita makan, minum, dan pakai, semuanya dibangun dan diproduksi oleh orang lain. Dan kita hidup bersosial dalam lingkungan internal dan eksternal. Setiap dinamika yang terjadi pasti punya interaksi “jual beli” walaupun bersifat abstrak.

Empat, bangun kepercayaan (trust). Untuk itu, Anda sangat memerlukan gaya komunikasi yang dapat dipercaya, termasuk konten, konsep, dan bahasa tubuh positif.

Belajarlah mendengarkan orang lain dengan empati dan aktif. Observasi pihak lain dengan seksama. Usahakan berkomunikasi ketika Anda dan pihak lain dalam kondisi sama-sama positif dan percaya diri. Dan ingat untuk selalu untuk menjaga kosakata yang digunakan agar selalu positif dan tidak menghakimi.

Lima, beranilah mengutarakan apa yang Anda harapkan.
Jangan semata-mata berharap akan sesuatu terjadi, namun secara proaktif bekerjalah dengan S-M-A-R-T.

Perhatikan dan jawablah apa yang dapat Anda raih atau sebaliknya. Kenali resiko-resikonya. Dan kenali bagaimana reaksi Anda apabila pengajuan suatu “penawaran” ditolak. Belajar untuk tetap graceful apapun yang terjadi, baik menang maupun kalah.

Enam, sebuah transaksi atau aksi tidak serta-merta ditutup hanya dengan sebuah pelayanan telah selesai. Setiap transaksi atau aksi perlu di-follow-up dengan positivitas yang dapat menarik repeat order dan word-of-mouth.

Jadi, dengan kata lain, Anda perlu memperhatikan hubungan jangka panjang dengan setiap stakeholder di dalam maupun di luar.

Akhir kata, mau tidak mau, suka atau tidak suka. Kita semua “menjual,” minimal menjual ide, informasi, dan konsep. Dan kita juga adalah “pembeli” baik produk-produk dan jasa-jasa kasat mata serta informasi dan konsep tidak kasat mata.

Bersahabatlah dengan sisi Anda “si penjual.” Upgrade skill ini sebaik mungkin sehingga Anda mampu menjual secara alami dan organik. Selamat menjual.