Strategi MercadoLibre ( ML ) di Amerika Selatan

MercadoLibre, Inc. (ML) dikenal sebagai e-commerce platform dominan di Amerika Latin. Diterjemahkan, frasa Bahasa Portugis “mercado libre” artinya “pasar bebas” alias “free market.”

ML adalah perusahaan berbasis di Argentina yang dicatatkan sebagai badan hukum di AS pada tahun 1999 oleh founder dan CEO Marcos Galperin yang pada saat itu sedang berkuliah di Stanford University. Terhitung 2016, ML sendiri telah mempunyai 174,2 juta pengguna di seluruh pelosok Amerika Latin yaitu Argentina, Bolivia, Brazil, Chile, Colombia, Costa Rica, Dominican Republic, Mexico, Spain, Ecuador, Guatemala, Honduras, Peru, Panama, Uruguay, dan Venezuela.

Pada bulan Agustus 2007, ML merupakan perusahaan teknologi asal Amerika Latin pertama yang listed di NASDAQ dengan ticker MELI. Setelah momen penting go public ini, ML mengakuisi beberapa perusahaan kompetitor seperti marketplace dan portal e-commerce.

Di bulan Maret 2021, MercadoLibre memperoleh investasi masif sebesar USD 1,8 miliar bagi operasinya di Brazil.

Yang menarik, revenue ML meningkat 90 persen di tahun 2020 semenjak Covid melanda dunia. Jumlah pengguna situs ML sendiri mengalami peningkatan 40 persen selama 12 bulan terakhir sejak akhir Maret tahun lalu.

Selain mengubah bagaimana konsumen Amerika Latin berbelanja, ML juga telah mengubah cara membayar secara cashless via MercadoPago (MP). Volume pembayaran via MP mencapai USD 50 miliar pada tahun 2020 yang merupakan kenaikan 75 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh penggunaan aplikasi telpon genggam dan kode QR.

MP sendiri semakin gencar dalam bidang perbankan retail sebagai institusi kredit. Pada tahun 2018, Goldman Sachs Group memperkirakan 60 persen dari nilai ML berasal dari tangan finansial MP ini.

Lantas, apa kehebatan ML ini?

Satu, adaptabilitas dan pertumbuhan organik
Pasar Amerika Selatan punya keunikan yang tidak dimiliki oleh pasar lain. Mengadaptasikan demand (keinginan/kebutuhan) dengan supply (suplai) berdasarkan kondisi-kondisi lokal merupakan kunci dasar penerimaan ML oleh pasar.

Pertumbuhan organik ini didukung oleh proses otomatisasi yang dikenal sebagai supervised learning. Algoritma yang dibangun dengan neural network tersebut menggunakan deep learning dan instrumen seperti Gensim, Keras, dan NLTK.

Berbagai hipotesis diuji dengan trial and error hingga mencapai suatu solusi yang diterima secara organik. Kemampuan tim manajemen yang bekerja sama dengan baik dengan tim data analysis, machine learning modeling, dan solusi frontend merupakan kunci jembatan adaptabilitas dengan pertumbuhan.

Dua, agilitas dan presisi
Beradaptasi membutuhkan agilitas dan presisi yang diimplementasikan menjadi unit-unit bisnis. MarketPlace adalah platform penjualan. Mercado Pago adalah platform pembayaran cashless untuk berbagai online sales.

Mercado Publicado merupakan bagian dari platform iklan online mereka. Mercado Shops adalah satu lagi instrumen yang mendukung ekosistem e-commerce ML.

Mercado Credito adalah tangan dari ML yang bertujuan memberi kredit kepada konsumen. Tipe kredit yang ditawarkan tergantung oleh reputasi kredit dan profil peminjam. Selain itu, ML juga mempunyai private equity yang berinvestasi dalam bidang properti dan motor besar (moge).

ML sendiri membuka diri untuk endorsemen dan listing properti dan otomobil yang dijual. Telah dibuka 5 juta akun kredit retail bagi para pengguna ML. Akun tersebut juga ditawari di Meksiko dan Brazil dengan nilai sebesar US$15,7 juta.

Konklusinya, ML dibangun dengan ide dasar platform marketplace e-commerce yang adaptif dengan machine learning modeling sebagaimana Amazon dan Netflix telah berhasil mengembangkan diri secara organik. Sebagaimana platform-platform e-commerce lainnya yang berhasil, muaranya adalah menjadi sebuah bank atau institusi finansial.

Bertumbuhnya suatu platform menjadi multikanal dan multibisnis tampaknya merupakan tren yang permanen. Karena inti bisnis di era Revolusi Industri 4.0 adalah menjadi suatu ekosistem bisnis.[]