Tingkatkan Produktivitas dengan Work from Home

Wabah Covid-19 telah mengubah paradigma berpikir kita, minimal mengenai konektivitas, produktivitas, dan ketersediaan instrumen untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Jika dulu kita mungkin mengira bahwa WFH bukanlah suatu opsi menarik karena produktivitas bisa saja menurun, ternyata sekarang sebaliknya.

Dengan WFH, seseorang telah menghemat waktu, biaya, dan energi untuk bolak-balik dari rumah ke tempat kerja. Padahal mayoritas aktivitas dapat dijalankan secara online.

Dulu, dalih utama bekerja dari kantor adalah untuk mempermudah meeting dan pertemuan-pertemuan dengan kolega dan klien yang membangun konektivitas dan produktivitas. Sekarang, dalih utamanya adalah faktor kesehatan dengan social distancing dan opsi yang tidak kalah penting untuk produktivitas.

Secara virtual, manajemen proyek semestinya tetap dapat dijalankan dengan efisien, mengingat berbagai instrumen online kini sangat memungkinkan untuk melihat dalam seketika berbagai aktivitas anggota tim sekaligus. Jadi, paradigm shift dari fokus offline ke fokus online sebenarnya merupakan hal yang sangat baik.

Beberapa aplikasi online yang sangat membantu kerja tim virtual termasuk: Trello, ClickUp,
Wrike, dan Asana. Project.co mempunyai fitur yang juga menggabungkan antara tim dengan klien, jadi tidak perlu update ke klien. Semua bisa transparan terbaca.

Data di AS oleh Hubspot menunjukkan sebenarnya bekerja dari kantor mencakup 28 persen distraksi dan 13 jam dalam seminggu dihabiskan hanya untuk menjawab email baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun tidak. Jadilah WFH merupakan opsi yang sangat patut dipertimbangkan. Tentu dengan asumsi lingkungan rumah memungkinkan.

Beberapa tip penting WFH yang produktif.

Satu, tentukan tempat kerja yang tetap.
Idealnya, ini adalah meja kerja dengan kursi memadai dengan senderan yang relatif ergonomis. Suasana kerja juga sebaiknya tanpa suara-suara mengganggu di latar belakang, seperti suara televisi atau orang mondar-mandir dan suara-suara lainnya.

Sebaiknya tidak bekerja di atas ranjang agar suasana profesional tetap terjaga dan tidak tergiur untuk tidur-tiduran. Apabila bisa bekerja di luar kamar tidur, tentu lebih baik. Apabila terpaksa bekerja dari kamar tidur, pastikan Anda bekerja dalam kondisi tubuh segar, telah mandi dan telah sarapan agar produktivitas optimal.

Dua, kenakan pakaian santai namun bukan pakaian tidur.
Ini untuk membangkitkan semangat bekerja, namun tetap nyaman dan enak dipakai di dalam rumah. Intinya, WFH mempunyai tantangan distraksi dari orang lain, lingkungan, maupun kondisi mental dan fisik diri sendiri.

Tiga, buat limitasi-limitasi dengan anggota keluarga.
WFH sering kali berarti berbagi ruangan. Bisa saja pasangan dan anak-anak Anda juga WFH, sehingga banyak komunikasi yang semestinya bisa dan perlu dihindari.

Buatlah batasan-batasan bahwa Anda tidak boleh diganggu dari jam sekian hingga jam sekian kecuali untuk hal-hal emergency. Pastikan Anda mengenakan headphone atau earphone agar anggota keluarga dapat melihat bahwa Anda sedang berada di “dalam zona khusus tersendiri.”

Empat, setiap 90 menit bekerja, istirahat 15 menit.
Pastikan Anda cukup beristirahat, karena tidak jarang para WFH-ers malah super giat bekerja sehingga tidak memperhatikan jam makan dan break. Anda baru bisa produktif dengan kualitas kerja optimal apabila ada break pendek setiap 75 hingga 90 menit fokus.

Kesehatan mental dan fisik sangat perlu dijaga dalam kondisi pandemi maupun tidak. Dengan istirahat pendek-pendek, tekanan stres diharapkan berkurang. Setiap hari, pastikan Anda melakukan self-care secara psikis, seperti meditasi atau doa sesuai agama masing-masing yang menenteramkan hati. Kondisi psikis dan spiritual positif akan sangat membantu dalam menghadapi hari-hari penuh tekanan.

Lima, ketika perlu sprint, gunakan timer Pomodoro.
Teknik Pomodoro adalah manajemen waktu di mana satu blok waktu adalah 15 hingga 20 menit. Dalam satu jam, ada 3 blok waktu. Ada beberapa aplikasi yang dapat diunduh untuk mempermudah penggunaan teknik ini.

Sprint mengetik dalam satu blok Pomodoro ketika mengerjakan laporan, misalnya, dapat menghemat cukup banyak waktu. Sebagai penulis, terkadang saya pun menggunakan teknik ini sehingga kecepatan dan ketepatan mengetik dan menuangkan isi kepala dapat lebih terukur.

Akhir kata, WFH merupakan suatu opsi jenial yang akan sangat berguna di masa depan. Berbagai masalah dapat diselesaikan dengan WFH, termasuk masalah kemacetan, penyebaran penyakit, produktivitas, dan konektivitas